buna kpr bank

Cara Menghitung Bunga KPR Bank

Banyak orang yang ingin mewujudkan mimpinya memiliki sebuah rumah dengan mengikuti program KPR atau Kredit Perumahan Rakyat. Karena kredit perumahan rakyat dinilai meringankan baik dari segi cicilannya maupun bunganya. Sayangnya, tidak sedikit penerima KPR yang tidak mengetahui tentang bunga KPR bank. Sehingga mereka bingung saat cicilan KPR naik mendadak akibat suku bunga yang juga naik. Proses penghitungan bunga KPR memang sedikit rumit. Namun ini bukan alasan untuk tidak mempelajarinya. Satu hal yang perlu diingat bahwa setiap bank memiliki sistem penghitungan bunga kredit yang berbeda. Karena itu, penerima KPR harus mengetahui terlebih dahulu bank pilihannya menggunakan penghitungan bunga kredit yang seperti apa.

Terdapat tiga macam penghitungan kredit bunga KPR yang digunakan oleh bank, antara lain

Perhitungan kredit dengan Bunga Flat atau Tetap

Perhitungan kredit yang satu ini termasuk yang paling sederhana dan mudah. Setiap bulannya besarnya bunga akan selalu sama. Demikian pula dengan cicilan pokoknya sehingga angsuran penerima KPR sama terus sampai cicilan tersebut berakhir. Sistem perhitungan ini tak hanya digunakan oleh KPR tetapi juga dipakai pada Kredit Tanpa Agunan (KTA). Rumus menghitungnya yaitu total bunga diperoleh dari jumlah bunga per bulan dikalikan dengan lama pinjaman dalam waktu satu bulan. Sedangkan bunga per bulan diperoleh dari jumlah pinjaman dikalikan presentase suku bunga per tahun dibagi 12.

Sistem perhitungan yang kedua yaitu perhitungan kredit dengan bunga efektif

Dihitung dari saldo akhir cicilan pokok per bulannya. Sehingga cicilan KPR akan berubah setiap bulan. Nilai bunga akan mengecil seiring dengan mengecilnya angsuran jadi angsuran bulan kedua itu lebih ringan dari bulan pertama dan seterusnya. Sistem penghitungan ini disebut juga dengan sliding rate. Pengitungannya yaitu bunga per bulan sama dengan saldo akhir periode dikalikan persentase suku bunga per tahun dibagi 12.

Sistem perhitungan kredit dengan Bunga Anuitas

Digunakan oleh bank-bank penyalur KPR di nusantara termasuk bank BTN. Penghitungannya rumit sehingga memerlukan software tertentu. Bunga dihitung berdasarkan pokok yang belum dibayarkan. Ini dimaksudkan agar nasabah lebih mudah membayar angsuran per bulannya karena angsuran selalu sama. Pada tahun-tahun pertama, cicilan bunga akan besar. Setelah memasuki tahun pertengahan masa kredit, cicilan bunga akan mengecil sedangkan cicilan pokok akan membesar.